Sukabumi - Berawal dari Temuan Team Newsbin yang membawa corat coret hasil dari Investigasi yang membawa Objek dari keberadaan Kampus Cabang sebagai penerima Beasiswa KIP-K, yang diduga adanya Indikasi Penggelapan Dana, dan Manipulasi Data Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tahun Akademik 2023 - 2024 pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (STISIP) Widyapuri Mandiri Sukabumi. ........... , pada Sabtu, 29/03/2025.
Dari hasil Penelusuran Team Newsbin, bahwasanya memang terdapat kejanggalan-kejanggalan di Wilayah Cabang STISIP Simpenan terkait dengan Beasiswa KIP-K Aspirasi yang pada akhirnya terungkap kebenarannya setelah salah satu Koordinator Kampus STISIPC abang Simpenan Sdr. Ikhsan yang ada di Simpanan menjawab beberapa pertanyaan sebagai Stedment dari konfirmasi.
Sdr. Ikhsan sebagai Koordinator STISIP Cabang Simpenan menyampaikan, "Jumlah yang Aktif sesuai Pengajuan Mahasiswa, memang ada beberapa, sementara sisanya kami alihkan ke Mahasiswa lain dengan beberapa alasan tidak sesuai dengan kategori sebagai Penerima Beasiswa KIP-K, seperti Mahasiswa terdaftar sebagai Penerima Beasiswa KIP-K menikah, karena yang ditetapkan tidak bisa sebagai Penerima atau Bekerja yang Pekerjaannya menganggu Perkuliahan,” Ungkapnya.
“Hanya saja mungkin kami tidak melaporkan ke Kementrian, tapi jelasnya secara Data iya mengakui salah, namun secara fakta itu memang dijalankan sesuai dengan Jumlah Mahasiswa yang sampai saat ini berjalan, dan pemindahan atau pengaliahan Mahasiswa itu atas Intruksi/Arahan dari Pusat, dengan dalih Subsidi Silang. Bahkan saya pertanyakan hal tersebut kepada Pusat, dan Pihak Aspirasi sampai dua kali, karena saya hanya menjalankan apa yang menjadi Intruksi/Arahan Pusat sebagai Penentu Kebijakan," Jalasnya.
Artinya berjalan nya tekhnis seperti yang sudah atau sedang dijalaninya sebagian besar hasil dari Instruksi/Arahan dari STISIP Pusat, terkait dengan adanya Indikasi Manipulasi Data Pelaporan, Pengsiasatan Dana Beasiswa KIP-K atau bisa juga diduga sebagai Penggelapan Dana Aspirasi Beasiswa KIP-K yang telah di racik sedemikian rupa sehingga semuanya bisa berjalan sampai Indikasi tersebut tercium oleh Team Newsbin.
Menurut Koordinator Simpenan memaparkan, "ATM, dan Rekening Mahasiswa dikelola oleh Lembaga/Kampus dengan dasar Orang Tua Wali Mahasiswa membuatkan Surat Pernyataan dengan alasan karena untuk menjaga dana KIP-K supaya tidak dipergunakan selain untuk Operasional Mahasiswa pada Perkuliahan, dan itu semua atas Persetujuan dari para Orang Tua/Wali Mahasiswa," Jelasnya.
Dari beberapa dugaan Pengsiasatan Dana Beasiswa KIP-K atau bisa juga sebagai Penggelapan Dana Aspirasi Beasiswa KIP-K Sdr. Ikhsan Koordinator STISIP Cabang Simpenan menyampaikan, “Bahkan dari saya tidak ingin menjadi masalah mempertanyakan kepada Pihak Aspirasi, dan Pihak Aspirasi mengatakan serta menjawab, sayang kuota," Tambahnya.
Tidak cukup disana, Team Newsbin melanjutkan ke Kampus STISIP Pusat, tepatnya di Komplek Gelanggang Pemuda, Cisaat untuk melakukan Konfirmasi terkait dengan semua Temuan Dugaan adanya Indikasi Manipulasi Data Pelaporan Kementrian, Pengsiasatan Dana Beasiswa KIP-K atau bisa juga sebagai Penggelapan Dana Aspirasi Beasiswa KIP-K.
Saat Team Newsbin melakukan Konfirmasi, Pimpinan atau Ketua STISIP seolah-olah di Beck Up oleh Sdr. M Bahrul, selaku Operator Beasiswa STISIP Pusat, dengan mempertanyakan dari mana data yang manjadi acuan melakukan Investigasi, dan data yang menjadi bahan tersebut itu salah.
Lalu Sdr. Bahrul juga menjelaskan Pengajuan Beasiswa hasil dari Seleksi, dan di SK kan oleh Ibu Kantirina selaku Ketua STISIP Pusat. Sdr. Bahrul pun mempertanyakan, "Dari mana anda dapat menunjukkan bahwa sebagai Penerima Beasiswa KIP-K STISIP Cabang Simpenan ada 30 orang itu dari siapa, saya bisa pastikan bahwa itu data yang dijadikan dasar salah, dan saya bisa laporkan terkait hal ini," Ucapnya.
Lebih lanjut Sdr. Bahrul juga menerangkan, "Terkait ATM, dan Rekening Mahasiswa itu tidak dikelola oleh Lembaga/Kampus, itu semua diserahkan ke Mahasiswa," Ujarnya.
Namun jelas di sampaikan Sdr. Ikhsan, sebagai Koordinator Kampus STISIP Cabang Simpenan ketika di konfirmasi, bahwa ATM, dan Buku Rekening di kelola oleh Pihak Kampus STISIP Cabang Simpenan berdasarkan Surat Pernyataan dari Orang Tua Wali Mahasiswa.
Dalam hal tersebut diduga Sdr. Bahrul, sebagai Operator STISIP Pusat dalam Pengajuan Pencairan KIP-K yang di-SK kan oleh Ketua STISIP Pusat adalah sebagai diduga Otak dari tekhnis Indikasi yang telah atau sedang terjadi saat ini, karena penjelasan yang dilontarkan oleh Pihak Kampus Pusat tidak sesuai dengan Keterangan Kampus STISIP Cabang Simpenan, dan seolah-olah di siasati supaya apa yang dipertanyakan Team Newsbin tidak kunjung selesai.
Dengan Adanya keterangan dari Koordinator STISIP Cabang Simpenen, dan Sdr. Bahrul sebagai Oplator STISIP Pusat tidak sesuai, dan beberapa Mahasiswa yang Data Penerimanya tidak sesuai dengan Nama yang diajukan ke Kementrian melalui Website resmi : Beasiswa.lldikti4.id yang jadi dugaan Fiktif, sampai saat ini masih menerima Bantuan Beasiswa KIP-K, Team Newsbin tidak diberikan penjelasan berapa jumlah sebenarnya, lalu Team Newsbin kembali mengembangkan Penelusuran terkait aktifitas Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP-K melalui Website Resmi : pddikti.kemdiktisaintek.go.id
Dari hasil Penelusuran Team Newsbin Dalam website tersebut, terdapat 17 Mahasiswa yang Statusnya Non - Aktif dari jumlah keseluruhan 124 Mahasiswa yang diakui oleh Sdr. Bahrul sebagai Oplator Kampus STISIP Pusat, dan sampai saat ini masih diajukan sebagai Penerima Manfaat dengan dasar sudah terdaftar di Kementrian.
Sampai Berita ini ditayangkan, Team Newsbin belum mendapatkan jawaban dari Konfirmasi terhadap Pihak STISIP Pusat, bahkan dari H. Ade Suryaman, sebagai Ketua Yayasan (Setda Pemkab Sukabumi), dan dari Drs. H. Iyos Somantri, sebagai Ketua Pembina (Mantan Wakil Bupati Sukabumi) tidak memberikan tanggapan.
Bersambung..!!!
Social Footer